Namanya Juga Laki-Laki, normal kalo lihat yang indah-indah. Wajah ayu, tubuh seksi, betis jenjang, dada aduhai, dan masih banyak lagi sensualitas wanita yang meluluhkan pria normal hingga melanggar NORMA. Untuk meladeni ketakjubannya ini, pria berani berjibaku melakukan KEBOHONGAN demi meraih cinta barunya. Bermain api awalnya menyenangkan, hangat rasanya, lama-lama tersulut tangan hingga terbakar, nikmatnya habis muncul perkara karena kulit terkelupas.
Ketika masih hangat-hangatnya, tentu berkawan dengan banyak kebohongan, berproses dari kecil menjadi besar. Selain sering meeting malam, dinas luar kota, juga HP banyak off-nya. Butuh financial untuk dana hura-huranya bersama bidadarinya, menghadiahi mobil, bahkan membelikan apartemen, biaya mempercantik diri. Tak ayal setoran kerumahpun berkurang, banyak kartu kredit over limit dan macet. Parahnya lagi banyak memark-up proyek buntutnya menghuni daftar target operasi sebagai koruptor. Cinta tak terkendali, bisa menuai bui. Kalo sudah begini berabe jadinya.
Seperti ungkapan Marquis de Sade, In an age that is utterly corrupt, the best policy is to do as others do. Banyak pria berbohong pada orang lain, ada sebagian yang bisa menerima, tapi ada yang berakibat buruk. Banyak pria terkenal terjerat kasus multi wanita, akibatnya popularitas runtuh atau bisa jadi malah lebih kokoh bertahan. Selain sebagai hadiah memetik buah terlarang, bisa jadi korban politis, atau mungkin kehidupan dengan pasangan yang kian menjemukan. Apapun alasannya, bagai sebuah mitos, pria dilahirkan menjadi seorang pembohong, black liar atau white liar rasanya sama saja.
Limits Kebohongan
Bohong dengan benar kadang bisa tipis atau malah frontal. Apakah kebohongan itu masih bisa diterima dalam batasan tertentu...? Banyak orang menggunakan berbagai istilah untuk mendefinisikan mana kebohongan dan mana yang bukan. Cheating (kebohongan/perselingkuhan), ketika seseorang menjalin hubungan seksual, berciuman, saling menyentuh alat kelamin atau berselingkuh dengan orang lain di luar hubungan resmi, peristiwa itu akan melukai pasangan mereka masing-masing. Jelas melakukan sebuah kebohongan.
Sebuah sejarah, setelah berevolusi juta-an tahu, kaum pria sanggup membangun hasrat untuk menebarkan benih sebanyak mungkin. Sebuah cara sederhana untuk mempertahankan speciesnya di alam, kaum pria akan berjumpa dengan melakukan hubungan dengan kaum hawa untuk melestarikan keturunannya.
Terkadang berbohong mudah untuk dilakukan, bahkan hanya dengan sedikit rasa bersalah. Malah ada kaum lelaki yang berbohong sepanjang waktu. Bersenang-senang dengan simpanannya atau berburu "jajanan". Kebanyakan kaum lelaki berfikirnya hanya untuk meningkatkan level seks mereka, dan jumlah level tersebut akan memberikan sebuah perenungan dalam memperkaya teknik bercinta.
Naluri Kebohongan
Kebohongan yang dilakukan kaum wanita, belum tentu sama dengan kebohongan pada kaum pria. Tak bisa dipungkiri, wanita juga memilki dorongan biologis untuk berbohong. Selama ovulasi, naluri sel telur mencoba menyeleksi sperma yang lebih kuat untuk memasukinya. Dan secara alami kaum wanita akan menarik kaum lelaki, dengan naluri seorang pemburu. Karena secara biologis akan diperoleh sperma yang kuat dan baik, biasanya berasal dari pria yang berbadan menarik dan kuat.
Disayangkan, penggunaan kontrasepsi seperti kondom atau pil pada wanita, memungkinkan terjadinya perselingkuhan sebagai penunda kehamilan. Mereka dapat menyalurkan hasrat mereka dan berkencan dengan pria terseksi, tanpa harus khawatir akan hamil.
Ditengarai kaum pria cenderung lebih banyak berselingkuh di banding kaum wanita. Wanita bisa jadi pasrah dengan semua ini hingga tubuhnya semakin gemuk, atau menahan diri dari aktivitas seks daripada harus menerima semua pengkhianatan. Celakanya, jika wanita bisa menerimanya, tentu kaum lelakitak berhenti berselingkuh. Kebohongan akan lebih subur berkembang. Semua itu dapat dihindari dengan MENGENCANGKAN IKAT PINGGANG MORAL dengan tidak mengamini hubungan tidak sehat. Tentu juga bila rumput di rumah selalu tampak hijau, bukan kamuflase rumput artificial..
Ketika masih hangat-hangatnya, tentu berkawan dengan banyak kebohongan, berproses dari kecil menjadi besar. Selain sering meeting malam, dinas luar kota, juga HP banyak off-nya. Butuh financial untuk dana hura-huranya bersama bidadarinya, menghadiahi mobil, bahkan membelikan apartemen, biaya mempercantik diri. Tak ayal setoran kerumahpun berkurang, banyak kartu kredit over limit dan macet. Parahnya lagi banyak memark-up proyek buntutnya menghuni daftar target operasi sebagai koruptor. Cinta tak terkendali, bisa menuai bui. Kalo sudah begini berabe jadinya.
Seperti ungkapan Marquis de Sade, In an age that is utterly corrupt, the best policy is to do as others do. Banyak pria berbohong pada orang lain, ada sebagian yang bisa menerima, tapi ada yang berakibat buruk. Banyak pria terkenal terjerat kasus multi wanita, akibatnya popularitas runtuh atau bisa jadi malah lebih kokoh bertahan. Selain sebagai hadiah memetik buah terlarang, bisa jadi korban politis, atau mungkin kehidupan dengan pasangan yang kian menjemukan. Apapun alasannya, bagai sebuah mitos, pria dilahirkan menjadi seorang pembohong, black liar atau white liar rasanya sama saja.
Limits Kebohongan
Bohong dengan benar kadang bisa tipis atau malah frontal. Apakah kebohongan itu masih bisa diterima dalam batasan tertentu...? Banyak orang menggunakan berbagai istilah untuk mendefinisikan mana kebohongan dan mana yang bukan. Cheating (kebohongan/perselingkuhan), ketika seseorang menjalin hubungan seksual, berciuman, saling menyentuh alat kelamin atau berselingkuh dengan orang lain di luar hubungan resmi, peristiwa itu akan melukai pasangan mereka masing-masing. Jelas melakukan sebuah kebohongan.
Sebuah sejarah, setelah berevolusi juta-an tahu, kaum pria sanggup membangun hasrat untuk menebarkan benih sebanyak mungkin. Sebuah cara sederhana untuk mempertahankan speciesnya di alam, kaum pria akan berjumpa dengan melakukan hubungan dengan kaum hawa untuk melestarikan keturunannya.
Terkadang berbohong mudah untuk dilakukan, bahkan hanya dengan sedikit rasa bersalah. Malah ada kaum lelaki yang berbohong sepanjang waktu. Bersenang-senang dengan simpanannya atau berburu "jajanan". Kebanyakan kaum lelaki berfikirnya hanya untuk meningkatkan level seks mereka, dan jumlah level tersebut akan memberikan sebuah perenungan dalam memperkaya teknik bercinta.
Naluri Kebohongan
Kebohongan yang dilakukan kaum wanita, belum tentu sama dengan kebohongan pada kaum pria. Tak bisa dipungkiri, wanita juga memilki dorongan biologis untuk berbohong. Selama ovulasi, naluri sel telur mencoba menyeleksi sperma yang lebih kuat untuk memasukinya. Dan secara alami kaum wanita akan menarik kaum lelaki, dengan naluri seorang pemburu. Karena secara biologis akan diperoleh sperma yang kuat dan baik, biasanya berasal dari pria yang berbadan menarik dan kuat.
Disayangkan, penggunaan kontrasepsi seperti kondom atau pil pada wanita, memungkinkan terjadinya perselingkuhan sebagai penunda kehamilan. Mereka dapat menyalurkan hasrat mereka dan berkencan dengan pria terseksi, tanpa harus khawatir akan hamil.
Ditengarai kaum pria cenderung lebih banyak berselingkuh di banding kaum wanita. Wanita bisa jadi pasrah dengan semua ini hingga tubuhnya semakin gemuk, atau menahan diri dari aktivitas seks daripada harus menerima semua pengkhianatan. Celakanya, jika wanita bisa menerimanya, tentu kaum lelakitak berhenti berselingkuh. Kebohongan akan lebih subur berkembang. Semua itu dapat dihindari dengan MENGENCANGKAN IKAT PINGGANG MORAL dengan tidak mengamini hubungan tidak sehat. Tentu juga bila rumput di rumah selalu tampak hijau, bukan kamuflase rumput artificial..

Teori untuk lelaki yang kayak gimane tuh,maksudnye...
BalasHapusI,m guarantee,,,i,m not the either one of that..iya kann,,,
Eh, cuy..kalo gini mah repot, gak efektif,,kolom ni hanya untuk koment artkel lo aja,,truz dimana gue koment tuk blog lo...
kasih donk kita fasilitas untuk ngobrol...hehe^^
Kapan-kapan maen juga k blog gue yapz,,
jurnalkudo.blogspot.com
i'm waiting....
wah wah , rame ya. ...
BalasHapusJan-jane sing marah-marahi selingkung kuwi wong lanang opo wong wadon to? Katone kok akeh-akehe sing ngajak selingkuh iku rak wong wadon. Terus maneh, sing lumrahe pinter ngapusi iku yo wong wadon. Terus maneh asal mulane manusa mudhun saka surga iku rak perkarane saka ibu hawa. Nah lho wong wadon maneh to ? Coba digagas maneh to mbak mula wong lanang sing njalari selingkuh? Nek perkara wong lanang sing ora iso njaga hubungan karo pasangane lantaran ora iso nyukupi kebutuhan jasmani, yo iku rak wis beda masalahe
BalasHapus